Rabu, 29 April 2015

CERITA KEGIATAN PMR KELAS VIII G

Firdaus Nur AzizahVIII G

PENGALAMAN TERINDAH DI MASA REMAJA
Pada hari sabtu tepatnya tanggal 21 Maret  2015, sekolah mengadakan kegiatan PMR. Kegiatannya dilaksanakan di bumi perkemahan (buper) dan bermalam. Dari kegiatan itu terutama saya dan sahabat saya mendapatkan pelajaran yang begitu besar dan pengalaman yang tidak pernah bisa dilupakan saat remaja dan dan begitu sangat mengasyikkan. Dan terlebih lagi di buper suasananya masih sangat sejuk dan indah karena pohon- pohon masih hijau.

Kami di sana diajari banyak hal, salah satunya adalah disiplin waktu dan sabar. Contohnya saja waktu kami menunggu antrian di kamar mandi buat berganti pakaian, kami harus sabar menunggu.  Kami menunggu dari jam 15:00 sampai jam 17:30 kami baru bisa masuk.
Selain itu, kami juga diajarkan arti penting persahabatan. Kami di sana harus mencari sahabat karena sahabat sangat penting bagi kita. Dan  akhirnya saya mendapatkan banyak sahabat. Selanjutnya aku tulis dalam buku persahabatan yang kemudian diserahkan kepada bina damping. Untuk mendapatkan penilaian.
Malam harinya  setelah semua kegiatan selesai, kami semua masuk aula dan acara di lanjutkan dengan kegiatan pentas seni. Kelompok aku menunjukkan atau menampilkan nyanyian yang berjudul “Sempurna”. Motivasi kami menyanyikan lagu itu, karena salah satu bina damping kami suka dengan lagu itu, dan spesial buat dia. Kami sangat senang karena pentas seni berjalan dengan lancar. Tapi ada yang buat aku seneng banget yaitu ketika kelomok Sandi tampil dengan membawakan drama Selendang Sutera. Di akhir drama, Sandi menempelkan bibirnya di jidat Dimas. Di kegiatan malam hari ada sedikit permainan, ramalan menggunakan kartu yang dilakukan oleh Pak Toto sendiri.
Hari pun mulai larut malam, akhirnya  kami semua tidur. Pagi harinya kami semua membersihkan dan menata tempat yang habis  dipakai untuk  tidur. Ada yang melipat karpet, memnyapu, memungutin sampah dan saya kebagian tugas mungutin sampah.
Selanjutnya, aku dan teman satu kelompoku pergi ke sungai. Sungai di situ masih segar dan bersih. Kami pergi ke sungai untuk membawa pasien. Tugas kami di sungai adalah membawa pasien melewati dan menyusuri sungai yang banyak batunya dan arusnya deras namun diusahakan agar pasiennya harus tetap kering. Aku, Sheillvie, Oki, Fia, Mei, Risma bertugas membawa pasien dengan dragbar. Kami mulai membuat dragbar di sungai, selanjutnya Salsa diangkat ke atas dragbar, setelah Salsa naik kami harus membawanya dengan menyusuri sungai ke arah hilir, menghadapi derasnya arus air hingga melewati jembatan.
Awalnya sih kita masih tetap stabil dan Salsa masih kering tapi setelah hampir sampai di dekat jembatan aku dan Oki terpelset atau tergelincir dan akhirnya Salsapun jatuh. Namun belum semuanya basah karena kedua sahabat aku langsung sigap menolong. Tapi ternyata waktu di jembatan mereka juga terpeleset  dan jatuh akhirnya baju Salsa basah kuyup.
Sesudah melaksanakan kegiatan di sungai, kami semua kembali ke aulia untuk ceck out. Setelah semuannya beres kami pulang dengan menggunakan bis.  Lagi -lagi kami harus sabar. Akhirnya  sambil menunggu  bis datang kami dan Pak toto menyanyi bersama. Ternyata bisnya sudah datang dan akhirnya kami naik dan sampai di sekolah dengan selamat.
===
Alifia Nur Aini ( 03)
VIII G

KEGIATAN EVALUASI PMR YANG MENYENANGKAN
Evaluasi PMR dilaksanakan di BUPER Munjuluhur pada tanggal 21-22 Maret 2015. Kegiatan tersebut berisi tentang perjuangan, persaudaraan,saling menolong, sifat kepedulian, cinta alam, gotong-royong, dan kegembiraan. Perjuangan yang kita lakukun adalah pada saat mengangkat pasien dengan dragbar dan pada saat menurunkan atau menaikkan pasien ke tangga lalu membawa pasien tersebut ke sungai. Karena, pada saat itu kita harus sekuat tenaga mengangkatnya. Walaupun butuh perjuangan tetapi kita melakukannya dengan penuh senang hati dan kegembiraan. Pada saat melakukan praktek  P3K dan evakuasi paseien itu menunjukan bahwa kita melakukan dengan persaudaraan yang saling menolong. Saling menolong juga diwujudkan saat membuat mading tentang kegiatan PMR, membuat buku persahabatan, dan  melompat pada punggung teman secar bergantian. Sfat kepedulian ditunjukan pada saat kita menggunakan tongkat lalu tongkat tersebut di gabung menjadi satu dan membuang sampah pada tempat sampah agar tempat tersebut menjadi bersih dan terlihat rapi. Selain itu kita juga menyapu aula didalamnya dengan  bersama sama. Cinta alam yaitu dengan tidak mengambil barang atau benda yang ada didalamnya dengan sewenang wenangnya dan ditunjukan pada saat membersihkan halaman di sekitar buper. Pada saat membuat ponco itu mewujudkan dalam gotong royong, karena tanpa gotong- royong kita tidak bisa melakukannya dengan sendiri dan harus membutuhkan bantuan teman. Selain mewujudkan gotong royong, itu juga mewujudkan dalam sikap kepedulian. Karena apabila teman kita tidak peduli maka teman kita tidak mungkin membantunya, dan tidak akan terjadi gotong royong. Kegembiraan dapat di wujudkan pada saat menyanyikan yel-yel secara bersama sama, mengangkat pasien di sungai, menyanyi bersama sama di aula bersama Pak Toto.
===

Nanda Ayu Ningtias (20)
VIIIG
Pengalaman Pada Saat PMR
Pada evaluasi PMR kemarin melelahkan tapi menyenangkan. Kami berkumpul di lapangan basket SMP NEGERI 2 PURBALINGGA setelah kumpul nunggu giliran bus yang sudah di atur atau di selesaikan. Sampai di tempat tujuan masing-masing regu setelah itu dahulu, lalu tugas prtma kami membuat tarian atau kesenian adat dan akan di tampilkan lalu di nilai, nilia urutan setiap regu. Setelah itu kami membuat tenda ponco dengan gotong-royong tenda ponco buat istirahat pas makan siang setelah makan siang ada yang bertugas P3K kami sesama gotong-royong yang lain bertugas apa yang di suruh. Hari sudah sore kami mandi secara bergantian ada yang solat azhar. Setelah semua pada mandi kami bernyanyi di gedung tempat istirahat kami, waktu sudah mulai petang dan waktunya solat maghrib. Habis solat kami makan malam, setelah itu bertugas kembali dengan gotong-royong hari sudah malam tugas kami tinggal pentas seni dan jelajah, setelah pentas seni selesai  semua pada tidur, jam 4 pagi sudah ada yang bangun bahkan ada yang tidak tidur. Ada yang mandi dan juga ada yang cuman cuci muka terus ganti baju. Kami nunggu hari  mulai siang hari pun sudah mulai siang kami berkumpul, terus di bagiin sarapan lalu sarapan dulu setelah itu kami jelajah ke sungai, kami akan berjuang dan bergotong-royong. Sampah makanan-nya di kumpulin lalu di buang di tempat-nya. Saat jelajah ke sungai kami membawa pasien syarat-nya pasien tidak boleh terkena air kami tidak ada yang lolos semua-nya terjatuh bahkan ada yang tenggelam. Akhir-nya evaluasi selesai dan kami sudah berjuang, gotong-royong, rela berkorban, cinta alam semua-nya kami senang dan melelahkan tapi kami berjuang maksimal mungkin dan pulang ada yang di jemput di BUPER ada juga yang di sekolahan EVALUASI selesai...

===


Shelly octavia (33)
VIIIG

PENGALAMAN TERINDAH SAAT EVALUASI PMR

Pada tanggal 21-22, Maret 2015 kami semua anak kelas 8 SMP NEGERI 2 PURBALINGGA  mengadakan evaluasi PMR di buper. Pada tanggal 21 kami berangakat ke sekolah sehabis itu kami berkumpul di lapangan basket untuk mendengarkan informasi tentang aturan-aturan di sana. Lalu kami brangakat ke buper menggunakan bis dengan urutan bis sendiri-sendiri setelah smapai di sana semua kelas 8 menata tempat tempat tidur sendiri-sendiri. Lalu kami semua di suruh keluar untuk membuat gerakan tarian dengan menyanyi lagu daerah, setelah itu kami masuk ke gedung kembali ke tempat tidur sendiri-sendiri, kami membuat buku persahabatan,mading, dan poster. Setelah selesai kami makan dan solat magrib lalu kami bersosialisasi tentang donor darah, bencana alam, palang merah, dan berpidato banyumas bertema pendidikan. Setelah semua itu selesai kami berduduk-duduk dan kami di suruh membuat karya seni bernyanyi dan drama. Sampai jam 12 malam kami di suruh tidur anak perempuan ada yang tidur ada yang tidak tidur dan anak laki-laki tidak tidur. Setelah bangun tidur kami semua mandi dengan cara bergantian. Setelah mandi kami duduk-duduk. Peluitpun berbunyi, kami di suruh membereskan tempat tidur dan barang-barang kami. Lalu kami berbaris di depan gedung untuk melaksanakan halang rintang. Kami membawa pasien dan berjalan melewati arusnya sungai sampai kami terbawa arus dan saling tolong-menolong agar tidak terbawa arus sungai, kami menggotong pasien dengan cara gotong-royong. Kami melihat pemandangan yang bagus sekali dan mengagumi pemandangan alam juga namanya rasa cinta alam. Evaluasi kemaren sangat mengasikan dan memberi kami pengalaman yang menyenangkan....
===

Oki Lutfhi Rahmawati
VIII G/22
Kegiatan Yang Menyenangkan

SMP N 2 Purbalingga kelas 8 mengadakan kegiatan PMR di Buper pada tanggal 21-22 Maret 2015. Kegiatan pertama yaitu kita disuruh membuat gerakan sambil bernyanyi, setelah itu kami membuat tenda ponco di lapangan bawah, dan tiga orang dari kelompok kami ditugaskan untuk mengikuti kegiatan P3K. Setelah kegiatan P3K dan tenda ponco selesai, kami menuju pos kepemimpinan, disitu ada rasa saling kerja sama yang tinggi. Setelah di nilai selanjutnya kita membawa satu orang pasien dengan dragbar melewati tembok. Saat membawa pasien tiba-tiba hujan turun dan kami berlari masuk kedalam gedung. Didalam gedung, kami melanjutkan kegiatan yaitu membuat mading bertema PMR, poster bertema dilarang merokok, dll. Kami juga membuat buku persahabatan. Saat membuat buku persahabatan, kami membagi tugas untuk menanyakan biodata sahabat dari anggota kelompok lain. Setelah selesai kami membagi kelompok untuk menempati pos-pos yang belum menilai kelompok kita misalnya menyanyikan lagu Mars PMI, ke-PMIan, dan melewati halang rintang tegangan listrik. Disitu ada rasa tanggung jawab dari kita masing-masing karena kita telah mendapat tugas dari ketua regu. Setelah semua kegiatan pada sore hari itu selesai, kami pun di beri waktu untuk ISHOMA. Pada malam harinya, kami melanjutkan kegiatan, ada yang di dalam gedung dan ada juga yang di luar. Seperti penyuluhan tentang donor darah, sejarah PMI, bencana alam, dan kesehatan pada remaja yang dilakukan di luar gedung. Kemudian dilanjutkan dengan pentas seni dan gerakan, pidato Banyumasan yang dilakukan di dalam gedung. Setelah kegiatan itu selesai kamipun berkumpul didalam gedung. Bapak pembina (Pak. Toto Endargo) memberi tugas untuk setiap kelompok mementaskan pertunjukan seni, entah itu menyanyi, menari, atau bermain drama. Kelompok kami mementaskan pertunjukan seni yaitu menyanyi lagu yang berjudul ‘Sempurna’. Setelah pementasan sudah selesai kami boleh beristirahat. Pada pagi harinya kami melanjutkan kegiatan evaluasi tersebut yaitu membawa pasien yang melewati sungai. Setelah kgiatan selsai kami pun pulang ke rumah masing-masing.

===

Devanka Setiawan W (9)
VIII G
HAL-HAL YANG MENYENANGKAN SAAT EVALUASI PMR
Saat kita melakukan evaluasi PMR  kita membutuhkan perjuangan yang keras saat menghadapi hala rintangan dan juga kita membawa pasien ke sungai itu merupakan perjuangan dan untuk melatih kekompakan di antara kita. Kita juga memiliki persaudaraan yang erat didalam satu regu dan kita di tuntut untuk saling menolong dalam keadaan riang ataupun susah.PMR juga dapat  mempererat tali persaudaraan di antara kita. Di dalam satu regu kita harus menghargai pendapat dari teman satu regu. Didalam satu regu kita harus saling tolong menolong kepada teman yang membutuhkan didalam kondisi susah maupun senang dan juga kita harus menolong kepada regu lain yang membutuhkan. Kita memiliki sifat kepedulian terhadap sesama manusia dan seluruh makhluk ciptaan Tuhan. Kita juga memiliki kepedulian terhadap regu lain yang membutuhkan. Kita harus melindungi alam,melestarikan,dan menjaganya supaya lestari. Dan jangan merusak alam kalau kita merusak alam akan berakibat buruk bagi kita sendiri . Kita melakukan gotong-royong untuk mempermudah pekerjaan teman dan  tidak menyusahkan teman kita sendiri. Di dalam melakukan gotong-royong saat kita membawa pasien dengan dragbar ke sungai. Kita mengalami hal yang menyenangkan seperti bermain disungai, tidur bareng, dan makan bareng. Itu merupakan suatu pengalaman yang sangat menyenangkan bagi saya sendiri dan tidak akan saya lupakan dalam hidup saya.
===

Mohamad Rafly (17)
VIII G

EVALUASI PMR
Pada saat akhir semester 1 saya dan teman-teman pergi ke buper untuk melakukan kegiatan evaluasi PMR. Disana saya membawa pasien dengan dragbar. Ada banyak rintangan dalam kegiatan evaluasi PMR oleh karna itu kita membutuhkan perjuangan dan gotong royong didalam suatu regu. Kita memerlukan kekompakan untuk membawa pasien melewati rintangan. Membawa pasien melawati sungai adalah salah satu halang rintang yang membutuhkan kekompakan. PMR juga dapat mempererat tali persaudaraan dan juga dapat menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama. Dan kita juga harus memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan agar lingkungan tetap bersih dan lestari. dan jangan merusak alam agar alam tidak rusak. Kita juga harus menolong teman yang sedang kesusahan. PMR juga mempunyabareng, dan memberi makan monyet.
===

ADNAN MUSTOFA
8G
01
KEGIATAN PMR

Kegiatan PMR adalah kegiatan yang dilakukan pada hari kamis setelah pulang sekolah. Sebelum melakukan kegiatan ini kami di beri waktu untuk istirahat, ketika peluit berbunyi kami berkumpul di lapangan basket untuk diberi materi kegiatan PMR. Kami di beri tahu tentang cara membuat dragbar dan tentang bagaimana cara membawa orang dengan menggunakan dragbar. Kami disuruh untuk melewati jalan sempit di toilet sekolah dengan membawa dragbar yang diatasnya terdapat orang, oleh karena itu kami harus bergotong-royong  agar dapat melewati rintangan itu dengan baik .
Untuk meningkatkan semangat dan makin menguasai ilmu yang diajarkan, PMI sering mengadakan even-even pertemuan dan perlombaan seperti acara Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) dan berbagai perlombaan keterampilan khusus antar sekolah. Masing-masing anggota PMR saling berlomba kecepatan, kecermatan dan pengetahuannya. Ada lomba merakit tandu, lomba membalut luka, lomba dapur umum, lomba mendirikan tenda berbagai jenis, hingga lomba cerdas cermat dan lomba karya tulis. Salahsatu keistimewaan para siswa yang mengikuti PMR yang sering membuat iri siswa lain yaitu anggota PMR yang bertugas sebagai tim kesehatan diperbolehkan tidak ikut berbaris dalam upacara bendera, anggota PMR biasanya bersiap di tempat paling belakang yang biasanya teduh sambil mengawasi siapa tahu ada siswa/i yang kelelahan/akan jatuh pingsan atau bersiap di ruang UKS menunggu siswa/i yang membutuhkan perawatan lebih lanjut. Di samping itu para anggota PMR selalu diajak dalam setiap kegiatan sekolah dan ekstrakulikuler lainnya karena dianggap lebih siap dan memiliki kompetensi lebih baik dari yang lainnya dalam menangani masalah-masalah kesehatan, kecelakaan ataupun kedaruratan lainnya.
Mengikuti ekstrakulikuler PMR memberikan banyak pengetahuan dan keterampilan yang selalu dibutuhkan kapan saja bahkan hingga dewasa. Sampai sekarang pun, saya yang selalu mengikuti ekstra kulikuler PMR. masih mempraktekkan banyak hal yang dipelajari di PMR seperti pola hidup sehat, menjaga kebersihan dan kesehatan, tidak panik bila terjadi kedaruratan hingga menangani pertolongan pertama pada kecelakaan untuk mencegah hal-hal yang lebih berbahaya.
===


Meinda Merie Mukti
VIII G/15
Kegiatan Evaluasi PMR

Kegiatan PMR di sekolah sangat menyenangkan baik itu ekstra kulikuler maupun evaluasi. Waktu evaluasi kemarin di Buper, PMR di sekolah saya mengajarkan tentang persaudaraan,saling menolong,sifat kepedulian,cinta alam,gotong royong dan kegembiraan. Saat diajari tentang hal tersebut memiliki proses tersendiri contoh : persaudaraan, yaitu pada saat sedang tidak ada kegiataan kita bisa berbicara dengan kelompok lain, saling menolong yaitu pada saat teman sedang membutuhkan pertolongan, sifat kepedulian yaitu pada saat kalian melihat sampah atau tongkat yang berserakan kita membuang sampah tersebut ke tempat sampah, jika tongkat, kita harys merapihkan kembali, gotong royong yaitu pada saat membereskan tempat yang telah kita tempati selama satu maam itu, dan yang terakhir adalah kegembiraan, yaitu pada saat sedang bercanda dengan teman pada saat melewati sungai. Contoh lain dari saling menolong dan gotong royong yaitu pada saat membuat tenda ponco.

===

Rismalia Ngulandari
VIII G/26
Kegiatan Mengesankan
Pada hari Sabtu, 21 Maret 2015, saya dan teman-teman mengikuti kegiatan evaluasi PMR yang dilaksanakan di Buper Munjuluhur. Pada hari itu, kami berkumpul di sekolah pada jam 07:00 pagi, da diberi beberapa pengarahan oleh bapak pembina yaitu bapak Toto Endargo setelah diberi pengarahan dan pengecekan perlengkapan kami menunggu bis yang akan mengantar kami ke Buper, kami di beri waktu untuk membereskan atau menata tempat yang untuk tidur. Setelahnya, kami pun memulai kegiatan-kegiatan evaluasi, seperti membuat tenda ponco, P3K, evaluasi pasien dan masih banyak lainnya. Ternyata, membuat tenda ponco tidak semudah yang dibayangkan, karena tenda yang di pasang diharuskan lurus dengan tenda ponco kelompok lainnya dan harus tegak. Oleh sebab itu dibutuhkan rasa kebersamaan dan kekompakan. Pada waktu makan siang kami di beri waktu untuk ISHOMA. Kami makan di tenda ponco yang telah kami buat tersebut. Pada sore dan malam harinya kami melanjutkan kegiatan-kegiatan yang belum selesai di siang hari yang dikarenakan hujan dan diselesaikan di dalam gedung. Contohnya pada saat membuat buku persahabatan, membuat poster, dan mading secara bersama-sama. Setelah itu, kami menyanyikan lagu mars PMI dan lain-lain. Pada malam harinya, kami melanjutkan dengan kegiatan-kegiatan seperti pidato. Kami sibuk mempersiapkan untuk maju pidato, agar mendapat nilai yang baik. Pada pagi harinya, tepatnya hari Minggu, 22 Maret 2015, kami merapihkan tempat yang telah digunakan untuk kami istirahat dan membersihkannya. Setelahnya, kami melanjutkan evaluasi PMR yaitu, halang rintang, yakni membawa pasien mengggunakan dragbar melalui sungai dan pasien itu tidak boleh sampai basah. Kami membawa pasien sangat hati-hati, kami melewati batu-batuan, saat sungai itu menurun kamipun terbawa arus, kami senang di sana karena kami dapat pelajaran yang mungkin orang lain tidak mendapatkannya.
===

Agung Prihanto D.S
VIIIG
02
SMP N 2 Purbalingga

Kegiatan PMR

Kegiatan PMI di kalangan para pelajar tingkat SMP dan SMA adalah Palang Merah Remaja (PMR). PMR menjadi salah satu kegiatan ektrakulikuler di sekolah yang sangat bermanfaat untuk di ikuti oleh para remaja. Sesuai dengan nama dan organisasi yg menangui pembinaannya, PMR lebih fokus mengajarkan para remaja terkait kesehatan dan pengobatan. Biasanya PMI menjadi ekskul faforit bagi para remaja yg bercita-cita menjadi dokter, bidan, perawat atau yang berhubungan dengan kesehatan dan pengobatan. Mungkin karna itu kadang-kadang PMR relatif kurang peminatnya di bandingkan Paskibra atau Pramuka pada hal kegiatan dalam ekskul PMR tidak hanya Terbatas pada bidang kesehatan dan pengobatan, namun sangat banyak kegiatan yang sangat bermanfaat dan bisa berguna atau diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dalam jangkau waktu yang lama
Ekskul PMR juga mengajarkan cara baris-berbaris, mengenalkan medan di alam bebas, latian halang rintang organisasi dan penanganan bencana, memasak di dapur umum, kerjasama tim, mendirikan tenda, membuat tandu bahkan pelajaran menulis untuk mading dan seni budaya juga menjadi variasi materi yang di ajarkan, serta banyak lagi kegiatan-kegiatan yg menarik lainnya
Yang paling mengasikan dan paling di tunggu-tunggu para anggota PMR adalah praktek lapangan di mana masing-masing tim atau anggota yang terdiri dari kurang lebih 10 orang saling kerjasama dalam menghadapi suatu simulasi penangana bencana alam dan evakusi, meskipun setiap anggota tim memiliki pengetahuan dan keterampilan relatif sama, namun mereka masing-masing memiliki tanggung jawab sesuai dengan apa yang paling menonjol yang di kuasai dan di senangi. Ada yg buat bertugas membuat tandu untuk mengangkat pasien yang di rakit dari bambu dan karung bekas, ada yang bertugas menangani pasien seoerti patah tulang, luka bakar, pendarahan, dan sebagainya. Ada yang bertugas menjadi pencari dan pembuka jalan dalam rangka evakuasi
===

R Al Irsyad Gifarly S
VIII G
24
SMP N 2 PURBALINGGA

KEGIATAN PMR

Kegiatan PMI di kalangan para pelajar SMP dan SMA sering di
sebut dengan PMR.PMR adalah salah satu kegiatan yang wajib di lakukan di sekolah yang sangan bermanfaat.PMR lebih fokus mengajarkan para remaja terkait dengan kesehatan, dan cara pengobatan.Biasanya, PMR di jadikan ekskul favorit bagi para remaja yg ingin bercita-cita menjadi dokter, perawat, bidan, dan cita-cita lain yang berhubungan dengan kesehatan.PMR kurang di minati oleh siswa.PMR tidak hanya terbatas pada kesehatan, namun sangant banyak kegiatan lainnya yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Ekskul PMR juga mengajarkan cara baris berbaris, pengenalan medan di alam bebas, halang rintang, dan penanganan bencana, kerja sama tim, mendirikan tenda ponco, membuat tandu, dan membuat mading.Pada saat saya sedang evaluasi PMR di Buper Munjuluhur, saya dengan regu saya membuat yel-yel.Setelah itu kami menuju ke aula untuk meletakan tikar dan tas

Kegiatan yang paling di tunggu-tunggu adalah praktek di lapangan.Dimana setiap regu terdiri dari kurang lebih 10 orang atau anggota, saling berkerja sama dalam menghadapi suatu simulasi.Salah satu kegiatan yang membuat kami semangat dan saling bergotong royong adalah kegiatan membuat tenda ponco, membawa pasien menggunakan dragbar melewati halang rintang yang terdapat di sungai di sebelah Buper
===

Nama      :Syahrul Ramadlan
Kelas       :VIII G
No           :31
PMR

PMR adalah salah satu kegiatan siswa yang melakukan kegiatan ke pos-pos yang telah di tentukan.Siswa dapat melakukan dengan cara kerja sama, gotong royong, saling percaya, dan perduli.
Pada saat melakukan evaluasi PMR tugas yang pertama adalah menulis nama anggota, menyampaikan 3 mars PMR, tri bakti PMR, membuat dragbar untuk pasien yang terluka.Lalu jalan ke atas dan menemui rintangan yang licin dan sulit.tetapi kami tidak menyerah dengan berkerja sama, rintangan itu dapat kami lalui.setelah itu, lalu lurus jalan ke atas, sesampainya di atas kami melakukan kegiatan 7 prinsip palang merah dan tugas-tugas PMR lainnya.
Kami lalu berjalan ke samping paling bawah mengikuti jalan yang telah di buat oleh pembina PMR.Kami menjumpai sungai dan memasuki terowongan yang berada di bawah sungai dan jalan menelusurinya.
Kami naik ke atas dan berjalan ke tempat kami melakukan perjalanan pertama.kami lalu istirahat dan makan-makan, setelah melaksanakan kegiatan kami pulang.
Kesimpulan : Kegiatan ini sangat mendukung siswa agar mandiri dan gotong-royong, berkerja sama, dan saling menolong dan tidak takut walau banyak rintangan yang sulit dilalui.
===


Tidak ada komentar:

Posting Komentar